Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan

Yuk Beli Emas

Inverstasi emas adalah salah satu bentuk investasi paling sederhana yang dapat Bapak Ibu Guru lakukan. Menyimpan emas merupakan bentuk investasi paling kuno yang nenek moyang kita sudah lakukan. Mulai dari perhiasan emas seperti kalung, gelang, cincin sampai yang cukup ekstrim yaitu gigi emas. Hehehe. Tapi yang akan kita bahas adalah investasi emas batangan/logam mulia.

Emas Batangan
Mengapa emas batangan/logam mulia? Emas batangan adalah emas murni dimana kita tidak akan bisa terjebak dengan istilah emas tua, emas muda, emas kalimantan dsb. Hati-hati dengan istilah-istilah itu karena sebenarnya itu hanya permainan pedagang saja. Dengan emas batangan ketika menjual kita tidak akan dibebani potongan biaya melebur atau ganti model. Cuma kita harus hati-hati ketika harus menjual emas batangan kita di toko emas, karena bisa jadi kita dapat jebakan dengan istilah potongan model lama. Karena perlu diingat, emas batangan bukan perhiasan yang tidak akan mungkin modelnya akan ketinggalan zaman.

Untuk emas batangan untuk investasi kita bisa membeli yang dicetak cap Antam, UBS, King Halim, atau emas batangan toko. Semua ada kelebihan dan kekurangan. Emas Antam lebih mahal namun dijual lebih mudah, sedangkan emas batangan toko lebih murah tapi hanya bisa dijual kembali di toko asal.

Banyak yang bilang investasi emas itu nilainya selalu naik alias untung. Jangan mudah percaya. Sejarah membuktikan hal itu tidak 100% benar! Harga emas sama seperti harga komoditas lainnya tergantung pada harga dunia dan kekuatan mata uang rupiah. Semakin kuat rupiah maka harga emaspun diprediksi akan turun. Hehe

Harga emas selama 10 tahun
Dan perlu diingat investasi emas termasuk investasi jangka panjang, dimana perlu waktu lebih dari 5 tahun untuk merasakan keuntungannya. Jadi emas ini sangat cocok disimpan untuk rencana masa depan seperti menguliahkan anak.

Dalam proses jual beli emas kita akan menemukan dua harga yang tercantum yaitu harga jual dan harga beli. 
  • Harga jual adalah harga yang harus kita bayarkan untuk membeli emas. 
  • Harga beli adalah harga yang kita dapatkan saat menjual emas. 

Jangan salah kira, harga beli emas selalu lebih rendah dibandingkan harga jual. Contoh, harga jual emas 1 gram di suatu agen adalah Rp 650.000 dan harga beli emas Rp 600.000, maka ketika kita membeli emas 10 gram maka kita harus membayar Rp 6.500.000, dan kalau dijual pada hari yang sama kita hanya memperoleh Rp 6.000.000. Lumayan juga kan selisihnya?

Investasi emas identik dengan jumlah uang yang nominalnya cukup besar. Tapi sekarang melakukan pembelian emas saat ini tidak memerlukan banyak uang karena sudah ada berbagai macam cara investasi emas seperti tabungan emas dan cicilan emas. Bahkan kita dapat memulai tabungan emas dengan uang sepuluh ribu rupiah! Dan di zaman yang serba online ini, kita bisa melakukan investasi emas semudah kita kirim gambar melalui chatting!

Tips memilih investasi emas online yang terpercaya yaitu :
  1. Pastikan dalam program tabungan atau cicilan emas, emas kalian dapat kalian cetak fisik dengan mudah. Jangan tergiur dengan program emas murah namun hanya bisa menjual belikan emas tersebut secara online. 
  2. Pastikan situs mencantumkan alamat kantor sehingga kalian dapat mengecek keberadaan perusahaan investasi tersebut. Jangan sampai perusahaan tersebut fiktif.
  3. Pastikan keamanan situs transaksi dengan melihat tanda gembok pada url bar atau situs dengan awalan https://

Macam Investasi Emas Online


1. Tabungan Emas

Tabungan emas adalah sebuah cara menabung yang berbeda, dimana uang yang kita tabungkan akan dikonversi dengan jumlah emas sesuai dengan harga emas saat kita menabung. Contohnya ketika harga emas Rp 500.000 per gram maka saat kita menabung Rp 50.000 maka kita akan mendapat 0,1 gram.

Tabungan emas dapat diambil dalam bentuk cetak atau kita cairkan/jual sehingga yang kita terima dalam bentuk uang. Tabungan emas memiliki keuntungan harga emas yang relatif stabil dan cukup mudah dijual. Cocok bagi investor pemula terutama pelajar yang masih memiliki uang pas-pasan. Dibandingkan dengan menabung di bank, dalam jangka menengah sampai panjang (5 tahun lebih), tabungan emas lebih menguntungkan.

Investasi tabungan emas memiliki kekurangan ketika harga naik jumlah emas yang kita terima juga akan berbeda. Sama-sama menabung Rp 50.000 belum tentu mendapatkan jumlah emas yang sama. Karena harga emas yang fluktuatif. Selain itu kalian harus mencermati biaya lain seperti biaya deposit / safety box dan administrasi.

Salah satu agen tabungan emas yang terpercaya adalah Pegadaian. Kita bisa membuka tabungan secara online melalui aplikasi yang bapak ibu download lewat Google Play Store. Prosesnya mudah dan cepat. Semua dapat dilakukan secara online kecuali dalam pencetakan emas, kita harus datang ke  kantor Pegadaian. Selain melalui Pegadaian ada juga aplikasi Indogold, Tamasia, dll. Nah sekarang tergantung bapak ibu mau pakai yang mana?

2. Konsinyasi Emas

Konsinyasi emas adalah salah satu bentuk investasi emas dimana kita menitipkan emas yang kita punya untuk dijual dan kita mendapatkan bagi hasil dari keuntungan penjualan emas. 

Besaran pembagian keuntungan berdasarkan akad perjanjian. Salah satu perusahaan yang menawarkan konsinyasi emas adalah Pegadaian.

Ketika kita memiliki sejumlah besar emas kadang kita merasa takut untuk menyimpannya di rumah. Apalagi jika kita tidak memiliki brankas. Untuk itu kita kadang harus menyewa safety deposit box di bank atau pegadaian yang harga sewanya cukup lumayan. Dengan konsinyasi emas, kita tidak perlu menyewa safety deposit box. Kita cukup menitipkankan emas kita sebagai stok barang. Ketika ada orang yang membeli emas batangan di Pegadaian, emas stok yang dijual adalah emas kita. Setelah emas kita terjual, Pegadaian akan mengganti emas kita. Jadi pada akhir masa akad perjanjian, kita akan tetap kembali mendapatkan emas batangan kita ditambah dengan bagi hasil keuntungan dengan Pegadaian.

Kelemahan konsinyasi emas adalah selama masa akad, kita tidak bisa serta merta mengambil emas kita.

Untuk melakukan konsinyasi emas, setahu saya hanya Pegadaian yang menyediakan layanan ini. Dan syaratnya adalah emas yang dikonsinyasikan adalah emas yang dibeli melalui pegadaian.

3. Cicilan Emas

Cicilan emas atau kredit emas adalah satu metode membeli emas dengan cara mengangsur. Cara yang tersedia saat ini menggunakan margin atau bunga flat. Sistem margin atau bunga flat berarti emas dicicil dengan bunga yang tetap. Emas akan diberikan saat cicilan selesai dilunasi.

Contohnya cicilan emas Pegadaian menggunakan margin dari 1-2% perbulan. Semakin lama tenor yang diambil, margin harga semakin kecil. 

Jika menggunakan simulasi emas Pegadaian, emas 5 gram pada tanggal 13 November 2017 seharga Rp 2.976.000,00 dijual dengan margin Rp 219.303,00 untuk angsuran selama 6 bulan yang setara 1,22%. Berbeda jika diangsur selama 36 bulan, margin sebesar  Rp 1.149.406,00 setara dengan 1,07%.

Keuntungan cicilan emas tentu saja kita dapat membeli emas dengan dana yang terbatas. Dengan Uang muka Rp 595.000,00 dan cicilan Rp 95.000,00 per bulan selama 36 bulan kalian sudah dapat emas 5 gram. Sedangkan kerugian yang mungkin terjadi adalah harga emas yang belum tentu naik. Bisa saja turun. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa mendatang, karena ada satu masa dimana harga emas malah turun. Jika harga emas di masa depan turun, tentu saja kita mengalami kerugian. Tetapi tidak ada salahnya mencoba, karena emas cocok bagi investor pemula dengan tingkat resiko yang rendah.

Banyak perusahaan yang menyediakan cicilan emas ini seperti Pegadaian dan bank berbasis syariah. Untuka cicilan secara online tentu yang bisa saya sarankan melalui aplikasi Pegadaian.

Kesimpulan

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk berinvestasi emas, mulai dari beli tunai atau mencicil. Bahkan ada cara yang menarik lain yang belum kita bahas, yaitu Arisan Emas. Arisan emas dapat kita lakukan secara berkelompok dan yang menyediakan layanan ini adalah Pegadaian. Bagaimana bapak ibu tertarik untuk berinvestasi emas?

Salam Ganteng

Investasi untuk Guru

Yuk bapak ibu kita mulai investasi!

Semenjak adanya program sertifikasi dan pemberian tunjangan pendidik kesejahteraan para guru sudah semakin lebih baik. Walaupun belum semuanya dapat menikmati hasil yang sama, tapi kami doakan semoga seluruh guru Indonesia menjadi sejahtera. Nah, kira-kira bapak/ibu guru menggunakan tunjangan sertifikasi untuk apa? Semoga hal yang produktif ya, jangan sampai setelah penghasilan bertambah pengeluaran pun bertambah, hehehe. Banyak kok contoh di luaran sana, yang ternyata tunjangan sertifikasi ini malah digunakan untuk hal yang menurut saya tidak penting. Contoh, saat saya mengikuti MGMP Kabupaten, disela-sela kegiatan, khususnya para ibu-ibu guru melakukan kegiatan arisan dan jualan. Saling menawarkan tas merek terbaru dsb. Hehehe. Padahal esensinya pemberian tunjangan sertifikasi ini untuk meningkatkan kualitas para guru. Yah, sedikit bersenang-senang boleh lah, tapi jangan kebablasan.

Terus uang tunjangan sertifikasi untuk apa dong? Ayo kita investasi saja, bapak ibu guru juga harus memikirkan masa depan. Kan sudah ada dana pensiun? Walaupun ketika sudah pensiun mendapatkan dana pensiun, kalau yang pernah saya baca, dana pensiun dibandingkan inflasi dll itu tidak seberapa nilainya. Untuk dapat mempertahankan nilai uang yang kita miliki kita harus mulai berinvestasi.



Berinvestasi tidak harus membutuhkan dana yang besar, kita bisa memulainya dengan "recehan". Ada banyak instrumen atau cara investasi, mulai dari yang konservatif sampai agresif. Yang dimana berlaku hukum semakin besar keuntungan semakin besar resikonya. Jangan mudah tergiur dengan keuntungan yang tinggi. Maka dari itu sebelum memulai investasi, bapak ibu guru mulai belajar sedikit demi sedikit agar tidak mudah dijebak atau merasa terjebak.

Oke kita bahas satu demi satu secara ringkah macam-macam investasi. Untuk pembahasan beberapa jenis investasi secara lengkap nanti akan dibuat artikel tersendiri-sendiri.

1. Investasi Properti

Investasi properti termasuk investasi konservatif meliputi tanah dan atau bangunan. Kita bisa membeli tanah, rumah, apartemen, atau bahkan membangun kos-kosan, kontrakan, dsb. Kecenderungan investasi properti memang memiliki harga jual yang selalu meningkat, namun jangan salah, properti juga dapat mengalami penurunan. Penyebabnya macam-macam, bisa bencana alam sampai hal-hal yang berhubungan dengan mistis pun berpengaruh. Hehehe. Untuk berinvestasi properti memang membutuhkan modal yang cukup besar terutama jika properti yang akan kita beli berada di tempat yang strategis. Tapi tenang saja, kita bisa membeli properti dengan cara dicicil. Untuk mencari properti di zaman sekarang mudah kok, bapak ibu dapat menginstal aplikasi pembelian properti di smartphone. Ada banyak aplikasi, tapi 2 aplikasi yang menurut saya cukup bagus untuk mencari properti murah adalah Rumah Murah BTN dan Lelang Indonesia

2. Investasi Emas atau Logam Mulia

Investasi emas sudah dilakukan sejak lama oleh nenek moyang kita. Jika orang tua atau kakek-nenek kita menyimpan emas dalam bentuk perhiasan, saatnya kita ganti mind set dengan investasi emas dalam bentuk batangan. Mengapa? Investasi emas dalam bentuk emas batangan murni lebih stabil harganya dan tidak terbebani oleh biaya-biaya seperti biaya ganti model, peleburan, dsb. Untuk membeli emas saat ini kita bisa melalui beberapa cara yaitu : tunai, cicilan, atau menabung emas. Ya! Kita bisa menabung emas. Untuk jenis yang disarankan adalah LM Antam, LM UBS, atau emas batangan toko. Untuk emas batangan toko biasanya harga lebih murah tetapi hanya bisa dijual di toko asal. Kita bisa membeli emas batangan di Pegadaian, toko emas, atau agen Antam. Untuk info lebih lanjut bisa baca artikel : Yuk Beli Emas 

3. Deposito dan Tabungan

Deposito dan tabungan merupakan instrumen investasi yang konservatif karena return atau keuntungannya sangat kecil tetapi juga sangat aman. Kisaran return yang bisa kita peroleh dari bunga tabungan biasanya kurang dari 5% sedangkan untuk deposito sekitar 6% pertahun. Belum lagi dipotong pajak 20% dan biaya administrasi, hehehe. Keuntungannya kecil memang tapi sepadan dengan keamanannya, karena dijamin keamanannya oleh lembaga negara (LPS) asalkan memenuhi persyaratan. Makanya kita harus pintar-pintar juga memilih bank. Bagi bapak ibu yang takut riba, pilih saja bank syariah yang menggunakan sistem bagi hasil. Untuk info besaran bunga setiap bank Anda bisa melihat di Suku Bunga Deposito Bank

4. Reksadana

Reksadana adalah wadah untuk mengelola dana kita sebagai investor bersama dengan investor lain untuk berinvestasi dalam berbagai instrumen secara bersama-sama dengan cara membeli unit-unit penyertaan. Dana kita akan dikelola oleh Manager Investasi dan digunakan untuk berinvestasi di saham, pasar uang, atau surat berharga. Untuk berinvestasi melalui reksadanan kita dapat memulai dengan uang Rp 100.000 saja. Return yang bisa kita dapatkan biasanya lebih tinggi dibandingkan bunga deposito mulai dari 5 - 30 % per tahun, tergantung jenis reksadana yang kita pilih. Namun, reksadana berbeda dengan tabungan dan deposito yang dijamin oleh LPS maka ada kemungkinan dana kita hilang karena nilai reksadana yang menurun. Namun reksadana sangat cocok digunakan untuk melawan inflasi yang kadang-kadang melebihi besaran bunga bank. Baca : Yuk Kenalan dengan Reksadana (dalam penulisan)

5. Saham

Berinvestasi saham cocok bagi orang yang memiliki tipe investasi agresif. Keuntungannya besar namun resikonya juga tinggi. Investasi saham cocok dilakukan dalam jangka waktu menengah sampai panjang, selama 5-10 tahun lebih. Harga saham juga fluktuatif tergantung kondisi ekonomi, kondisi perusahaan dll. Memang untuk berinvestasi lewat saham kita harus meluangkan waktu untuk belajar dan mengelolanya. Berbeda dengan reksadana, meskipun kita membeli reksadana saham, yang mengelola uang kita adalah Manager Investasi. Untuk berinvestasi saham kita membutuhkan dana mulai dari 5 juta rupiah. Baca : Ayo Mulai Nabung Saham (dalam penulisan)

6. P2P Lending dan CrowdFunding

P2P Lending atau Peer-to-Peer Lending dan Crowdfunding merupakan salah satu teknologi finansial (fintech) sebagai sarana investasi dimana kita menyediakan dana bagi orang-orang/perusahaan yang membutuhkan modal untuk melakukan kegiatan usaha atau lainnya. Jadi kita bersama investor lain memodali suatu perusahaan untuk memulai atau mengembangakan usaha. Kita memperoleh imbal balik berupa bunga pinjaman. P2P Lending ini sekarang tidak hanya sebatas membiayai perusahaan besar, tetapi membantu para petani, peternak, bahkan UKM/UMKM. Bahkan bagi bapak ibu yang takut dengan riba, banyak P2P Lending yang berbasis syariah dengan keuntungan berdasarkan berbagi hasil. Baca : Pilih P2P Lending yang Menguntungkan (dalam penulisan)

7. Surat Berharga

Surat berharga yang kita bahas saat ini meliputi obligasi dan sukuk (obligasi syariah). Obligasi berupa surat hutang. Yang menerbitkan obligasi selain perusahaan adalah negara. Negara menerbitkan obligasi atau surat hutang ini untuk membiayai pembangunan. Jadi dengan membeli Obligasi Republik Indonesia (ORI), kita juga turut membantu negara dalam proses pembangunan. Setiap bulan kita akan mendapatkan return berupa kupon bunga dengan nominal tertentu. Sedangkan sukuk merupakan obligasi berbasis syariah yang keuntungan diperoleh berdasarkan bagi hasil. Selain keuntungan dari kupon bunga atau bagi hasil, surat obligasi dan sukuk juga dapat diperjual belikan.  Harga dari obligasi dan sukuk dapat mengalami kenaikan maupun penurunan. Membelinya dimana? Kita dapat membeli surat berharga di perusahaan investasi , bank, atau online.

8. Pendidikan

Selain macam-macam investasi di atas, ada satu lagi investasi yang penting bahkan nilainya tidak akan pernah berkurang yaitu pendidikan. Dengan belajar kembali apapun itu, kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, mengikuti kursus dan pelatihan itu sangat berharga baik untuk diri sendiri ataupun kita tularkan kepada orang lain. Dan nilai dari pendidikan tidak akan terpengaruh oleh inflasi hehehe.

Kesimpulan

Terdapat berbagai macam investasi yang dapat kita pilih. Saran saya bagi bapak bapak ibu yang modalnya mungkin masih berupa uang sisa belanja; bisa memulianya dengan deposito, reksadana, atau emas. Kalau ada yang bertanya saya memiliki yang mana? Saya memiliki beberpa instrumen di atas kecuali surat berharga. 

Salam Ganteng