Tampilkan postingan dengan label Sertifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sertifikasi. Tampilkan semua postingan

Investasi untuk Guru

Yuk bapak ibu kita mulai investasi!

Semenjak adanya program sertifikasi dan pemberian tunjangan pendidik kesejahteraan para guru sudah semakin lebih baik. Walaupun belum semuanya dapat menikmati hasil yang sama, tapi kami doakan semoga seluruh guru Indonesia menjadi sejahtera. Nah, kira-kira bapak/ibu guru menggunakan tunjangan sertifikasi untuk apa? Semoga hal yang produktif ya, jangan sampai setelah penghasilan bertambah pengeluaran pun bertambah, hehehe. Banyak kok contoh di luaran sana, yang ternyata tunjangan sertifikasi ini malah digunakan untuk hal yang menurut saya tidak penting. Contoh, saat saya mengikuti MGMP Kabupaten, disela-sela kegiatan, khususnya para ibu-ibu guru melakukan kegiatan arisan dan jualan. Saling menawarkan tas merek terbaru dsb. Hehehe. Padahal esensinya pemberian tunjangan sertifikasi ini untuk meningkatkan kualitas para guru. Yah, sedikit bersenang-senang boleh lah, tapi jangan kebablasan.

Terus uang tunjangan sertifikasi untuk apa dong? Ayo kita investasi saja, bapak ibu guru juga harus memikirkan masa depan. Kan sudah ada dana pensiun? Walaupun ketika sudah pensiun mendapatkan dana pensiun, kalau yang pernah saya baca, dana pensiun dibandingkan inflasi dll itu tidak seberapa nilainya. Untuk dapat mempertahankan nilai uang yang kita miliki kita harus mulai berinvestasi.



Berinvestasi tidak harus membutuhkan dana yang besar, kita bisa memulainya dengan "recehan". Ada banyak instrumen atau cara investasi, mulai dari yang konservatif sampai agresif. Yang dimana berlaku hukum semakin besar keuntungan semakin besar resikonya. Jangan mudah tergiur dengan keuntungan yang tinggi. Maka dari itu sebelum memulai investasi, bapak ibu guru mulai belajar sedikit demi sedikit agar tidak mudah dijebak atau merasa terjebak.

Oke kita bahas satu demi satu secara ringkah macam-macam investasi. Untuk pembahasan beberapa jenis investasi secara lengkap nanti akan dibuat artikel tersendiri-sendiri.

1. Investasi Properti

Investasi properti termasuk investasi konservatif meliputi tanah dan atau bangunan. Kita bisa membeli tanah, rumah, apartemen, atau bahkan membangun kos-kosan, kontrakan, dsb. Kecenderungan investasi properti memang memiliki harga jual yang selalu meningkat, namun jangan salah, properti juga dapat mengalami penurunan. Penyebabnya macam-macam, bisa bencana alam sampai hal-hal yang berhubungan dengan mistis pun berpengaruh. Hehehe. Untuk berinvestasi properti memang membutuhkan modal yang cukup besar terutama jika properti yang akan kita beli berada di tempat yang strategis. Tapi tenang saja, kita bisa membeli properti dengan cara dicicil. Untuk mencari properti di zaman sekarang mudah kok, bapak ibu dapat menginstal aplikasi pembelian properti di smartphone. Ada banyak aplikasi, tapi 2 aplikasi yang menurut saya cukup bagus untuk mencari properti murah adalah Rumah Murah BTN dan Lelang Indonesia

2. Investasi Emas atau Logam Mulia

Investasi emas sudah dilakukan sejak lama oleh nenek moyang kita. Jika orang tua atau kakek-nenek kita menyimpan emas dalam bentuk perhiasan, saatnya kita ganti mind set dengan investasi emas dalam bentuk batangan. Mengapa? Investasi emas dalam bentuk emas batangan murni lebih stabil harganya dan tidak terbebani oleh biaya-biaya seperti biaya ganti model, peleburan, dsb. Untuk membeli emas saat ini kita bisa melalui beberapa cara yaitu : tunai, cicilan, atau menabung emas. Ya! Kita bisa menabung emas. Untuk jenis yang disarankan adalah LM Antam, LM UBS, atau emas batangan toko. Untuk emas batangan toko biasanya harga lebih murah tetapi hanya bisa dijual di toko asal. Kita bisa membeli emas batangan di Pegadaian, toko emas, atau agen Antam. Untuk info lebih lanjut bisa baca artikel : Yuk Beli Emas 

3. Deposito dan Tabungan

Deposito dan tabungan merupakan instrumen investasi yang konservatif karena return atau keuntungannya sangat kecil tetapi juga sangat aman. Kisaran return yang bisa kita peroleh dari bunga tabungan biasanya kurang dari 5% sedangkan untuk deposito sekitar 6% pertahun. Belum lagi dipotong pajak 20% dan biaya administrasi, hehehe. Keuntungannya kecil memang tapi sepadan dengan keamanannya, karena dijamin keamanannya oleh lembaga negara (LPS) asalkan memenuhi persyaratan. Makanya kita harus pintar-pintar juga memilih bank. Bagi bapak ibu yang takut riba, pilih saja bank syariah yang menggunakan sistem bagi hasil. Untuk info besaran bunga setiap bank Anda bisa melihat di Suku Bunga Deposito Bank

4. Reksadana

Reksadana adalah wadah untuk mengelola dana kita sebagai investor bersama dengan investor lain untuk berinvestasi dalam berbagai instrumen secara bersama-sama dengan cara membeli unit-unit penyertaan. Dana kita akan dikelola oleh Manager Investasi dan digunakan untuk berinvestasi di saham, pasar uang, atau surat berharga. Untuk berinvestasi melalui reksadanan kita dapat memulai dengan uang Rp 100.000 saja. Return yang bisa kita dapatkan biasanya lebih tinggi dibandingkan bunga deposito mulai dari 5 - 30 % per tahun, tergantung jenis reksadana yang kita pilih. Namun, reksadana berbeda dengan tabungan dan deposito yang dijamin oleh LPS maka ada kemungkinan dana kita hilang karena nilai reksadana yang menurun. Namun reksadana sangat cocok digunakan untuk melawan inflasi yang kadang-kadang melebihi besaran bunga bank. Baca : Yuk Kenalan dengan Reksadana (dalam penulisan)

5. Saham

Berinvestasi saham cocok bagi orang yang memiliki tipe investasi agresif. Keuntungannya besar namun resikonya juga tinggi. Investasi saham cocok dilakukan dalam jangka waktu menengah sampai panjang, selama 5-10 tahun lebih. Harga saham juga fluktuatif tergantung kondisi ekonomi, kondisi perusahaan dll. Memang untuk berinvestasi lewat saham kita harus meluangkan waktu untuk belajar dan mengelolanya. Berbeda dengan reksadana, meskipun kita membeli reksadana saham, yang mengelola uang kita adalah Manager Investasi. Untuk berinvestasi saham kita membutuhkan dana mulai dari 5 juta rupiah. Baca : Ayo Mulai Nabung Saham (dalam penulisan)

6. P2P Lending dan CrowdFunding

P2P Lending atau Peer-to-Peer Lending dan Crowdfunding merupakan salah satu teknologi finansial (fintech) sebagai sarana investasi dimana kita menyediakan dana bagi orang-orang/perusahaan yang membutuhkan modal untuk melakukan kegiatan usaha atau lainnya. Jadi kita bersama investor lain memodali suatu perusahaan untuk memulai atau mengembangakan usaha. Kita memperoleh imbal balik berupa bunga pinjaman. P2P Lending ini sekarang tidak hanya sebatas membiayai perusahaan besar, tetapi membantu para petani, peternak, bahkan UKM/UMKM. Bahkan bagi bapak ibu yang takut dengan riba, banyak P2P Lending yang berbasis syariah dengan keuntungan berdasarkan berbagi hasil. Baca : Pilih P2P Lending yang Menguntungkan (dalam penulisan)

7. Surat Berharga

Surat berharga yang kita bahas saat ini meliputi obligasi dan sukuk (obligasi syariah). Obligasi berupa surat hutang. Yang menerbitkan obligasi selain perusahaan adalah negara. Negara menerbitkan obligasi atau surat hutang ini untuk membiayai pembangunan. Jadi dengan membeli Obligasi Republik Indonesia (ORI), kita juga turut membantu negara dalam proses pembangunan. Setiap bulan kita akan mendapatkan return berupa kupon bunga dengan nominal tertentu. Sedangkan sukuk merupakan obligasi berbasis syariah yang keuntungan diperoleh berdasarkan bagi hasil. Selain keuntungan dari kupon bunga atau bagi hasil, surat obligasi dan sukuk juga dapat diperjual belikan.  Harga dari obligasi dan sukuk dapat mengalami kenaikan maupun penurunan. Membelinya dimana? Kita dapat membeli surat berharga di perusahaan investasi , bank, atau online.

8. Pendidikan

Selain macam-macam investasi di atas, ada satu lagi investasi yang penting bahkan nilainya tidak akan pernah berkurang yaitu pendidikan. Dengan belajar kembali apapun itu, kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, mengikuti kursus dan pelatihan itu sangat berharga baik untuk diri sendiri ataupun kita tularkan kepada orang lain. Dan nilai dari pendidikan tidak akan terpengaruh oleh inflasi hehehe.

Kesimpulan

Terdapat berbagai macam investasi yang dapat kita pilih. Saran saya bagi bapak bapak ibu yang modalnya mungkin masih berupa uang sisa belanja; bisa memulianya dengan deposito, reksadana, atau emas. Kalau ada yang bertanya saya memiliki yang mana? Saya memiliki beberpa instrumen di atas kecuali surat berharga. 

Salam Ganteng